Home All

Petrokimia Gresik Komitmen Bantu Antisipasi Krisis Pangan

14
0

PETROKIMIA Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pupuk. Langkah tersebut harus dilakukan guna mengantisipasi ancaman krisis pangan.

Guna mewujudkan komitmen itu, perseroan mendatangkan sumber bahan baku pupuk yaitu KCI dari Kanada. Selama ini, sebagian besar KCI didatangkan dari Rusia. 

Hal tersebut kemudian menjadi masalah ketika Negeri Beruang Merah itu menahan pasokannya sebagai dampak dari perang dengan Ukraina.

“Pada kondisi normal, jumlah KCl yang diekspor adalah 41,6 juta ton setahun. Dari total tersebut, 47% berasal dari Belarusia dan Rusia. Bisa dibayangkan jika suplai dari Belarusia dan Rusia ini terganggu. Oleh karena itu, kita tambah suplai dari Kanada, tentu dengan harga yang reasonable,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/9).

Selain mencari sumber impor bahan baku baru, Petrokimia Gresik juga berupaya meningkatkan produktivitas melalui program Agro Solution. Program tersebut berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan modal usaha yang bersinergi dengan perbankan, jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, pengawalan pengendalian hama, hingga penyediaan offtaker.

“Dalam program ini, Petrokimia Gresik mengedukasi penggunaan pupuk nonsubsidi. Dengan pengawalan yang baik, para petani mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan,” terangnya.

Baca juga : Pemerintah Luncurkan Program Solar Subsidi untuk Nelayan

Anak usaha Pupuk Indonesia itu juga melakukan transformasi digital untuk memastikan perbaikan kinerja agar kebutuhan petani bisa tercukupi dengan baik.

Pengembangan SDM pertanian juga dilakukan dengan menggandeng sejumlah penyelenggara pendidikan sektor pertanian. Setidaknya, ada tujuh politeknik pertanian di Indonesia yang menyatakan siap bekerja sama untuk mendorong regenerasi petani.

“Ini merupakan langkah ketiga dan keempat Petrokimia Gresik sebagai komitmen mendukung pemerintah untuk keluar dari ancaman krisis pangan global,” tutur Dwi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk menghadapi tantangan krisis pangan, dibutuhkan kolaborasi dan peranan aktif para stakeholder, termasuk Petrokimia Gresik yang saat ini memikul amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi bagi petani di berbagai daerah di Indonesia. 

“Seperti kata Bapak Presiden, harus ada langkah-langkah extraordinary dari semua pihak untuk menghadapi tantangan ini,” ucap Syahrul. (RO/OL-7)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here