Home All

Neraca Dagang Agustus 2022 Surplus US$5,76 Miliar

23
0

KINERJA positif neraca perdagangan nasional terus berlanjut dengan mencatatkan surplus sebesar US$5,76 miliar di Agustus 2022. Capaian surplus ini menjadi yang ke-28 beruntun sejak Mei 2020.

“Neraca perdagangan sampai dengan Agustus 2022 ini membukukan surplus selama 28 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto dalam konferensi pers, Kamis (15/9).

Baca juga: 92% Masyarakat Berikan Respons Negatif Terhadap Kenaikan Harga BBM

Surplus neraca dagang itu terjadi lantaran nilai ekspor nasional tercatat masih lebih tinggi dari nilai impor. Pada Agustus 2022, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$27,91 miliar, sedangkan nilai impor hanya US$22,15 miliar. 

Setianto mengatakan, surplus neraca dagang didorong oleh surplus neraca komoditas non migas. Tercatat surplus komoditas non migas mencapai US$7,74 miliar, didorong oleh ekspor bahan bakar mineral HS27, besi dan baja HS72, dan lemak dan minyak hewani nabati HS15. 

Sedangkan kinerja dagang komoditas migas tercatat mengalami defisit sebesar US$1,98 miliar. Defisit itu disebabkan oleh tingginya impor komoditas minyak mentah, hasil minyak, dan gas. 

Nilai surplus dagang Agustus 2022 tercatat lebih tinggi ketimbang Juli 2022 (month to month/mtm) yang sebesar US$4,22 miliar. Demikian halnya bila dibandingkan dengan Agustus 2020 dan 2021 yang masing-masing mencatatkam surplus US$2,31 miliar dan US$4,76 miliar.

Setianto mengatakan, pada Agustus 2022, Indonesia mengalami surplus dagang dengan India sebesar US$1,81 miliar, Amerika Serikat US$1,65 miliar, dan Filipina US$1,09 miliar. Sedangkan defisit neraca dagang terjadi dengan Australia sebesar US$678,6 juta, Tiongkok US$411,7 juta, dan Thailand US$289,1 juta. 

Adapun secara kumlatif dalam periode Januari-Agustus 2022, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$39,42 miliar. “Neraca perdagangan komoditas non migas mengalami surplus US$51,67 miliar, sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit US$16,76 miliar,” pungkas Setianto. (Mir)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here