Home All

Menpora Minta Daerah Lakukan Pembinaan Atlet Jangka Panjang

24
0

MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Mempora) Zainudin Amali memberikan atensi terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Zainudin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Jakarta pada Senin (12/9) ini.

Di hadapan 34 KONI Provinsi, 70 organisasi Induk Cabang Olahraga (Cabor) dan 6 organisasi fungsional. Menpora meminta adanya pembinaan atlet jangka panjang. Bukan malah berlomba-lomba melakukan mutasi atlet dari daerah lain untuk kepentingan jangka pendek.

“Kita kan sudah punya target besar. Jadi target kita itu adalah prestasi tingkat global, maka pembinaan itu sangat mutlak. Tidak bisa kita mendapatkan prestasi kalau tidak dibina,” tegas Zainudin.

Baca juga: Perbasi Panggil Pemain untuk SEA Games 2023 Kamboja

Zainudin menilai, dalam beberapa kegiatan PON sebelum-sebelumnya dia melihat masih adanya kecenderungan sejumlah daerah yang berambisi untuk meraih banyak medali,  yang kemudian membuat sejumlah daerah melakukan mutasi atlet.

“Ada kecenderungan pada beberapa PON sebelumnya, terutama dari tuan rumah, ingin berambisi meraih medali sebanyak-banyaknya. Kalau dihasilkan dari pembinaan itu tidak ada masalah. Tapi kalau dihasilkan dengan mengambil atlet yang sudah dibina oleh daerah lain, itu tidak sehat,” jelasnya.

Dengan PON Aceh-Sumut yang akan bergulir 2024 mendatang, Zainudin meminta seluruh KONI Provinsi, serta Induk Cabor, untuk memperhatikan betul hal-hal tersebut.

“Tidak usah berambisi untuk harus mendulang banyak medali dengan jalan yang salah. Intinya daerah itu harus membina betul atlet-atletnya dari bawah. Pembinaan daerah itu akan berdampak pada pembinaan secara keseluruhan,” imbuh Zainudin.

Baca juga: Indonesia Turunkan 42 Atlet di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan pengetatan terkait hal tersebut. Pihaknya juga akan segera mencari cara untuk meminimalkan hal tersebut kembali terjadi.

“Kita akan berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dan menekan mutasi atlet. Jangan tiap daerah secara instan mengambil atlet dari mereka yang membina dengan kerja keras,” tutur Marciano.

Marciano menilai jika budaya seperti itu terus berlanjut, dikhawatirkan berdampak buruk pada prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang. Terlebih, Indonesia melalu DBON menargetkan posisi 5 besar dunia di Olimpiade 2044.

“Tidak akan pernah maju peringkat Indonesia di Olimpiade, tidak akan bisa memenuhi harapan DBON, kalau kita masih comot sana, comot sini atletnya,” sambungnya.(OL-11)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here