Home All

Gelar Konser di Stadion Olimpiade Seoul, Ini Kata NCT Dream

12
0

GRUP idola K-pop NCT Dream membagikan kesan setelah mereka menggelar konser bertajuk The Dream Show 2: In a Dream, yang dihelat di Stadion Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 8-9 September lalu.

Bagi banyak artis K-pop, Stadion Olimpiade, tempat konser terbesar di Korea Selatan (Korsel) dengan kapasitas hingga 100 ribu penonton, dianggap sebagai “panggung impian”, karena hanya beberapa nama besar yang mengadakan konser di sana. Baru-baru ini, bintang-bintang populer dunia, seperti EXO, BTS, dan Psy, tampil di sana.

“Sebenarnya, saya punya banyak perasaan tentang itu. Saya pikir tidak mudah bagi kami untuk mencapai kesempatan ini. Setiap anggota mungkin memiliki pemikiran yang berbeda, tetapi pada saat ini, saya pikir saya akan naik ke atas panggung dengan rasa terima kasih yang besar,” kata leader Mark, dilansir dari Yonhap, Senin (12/9).

Baca juga: NCT Dream Luncurkan Lagu Glith Mode Versi Animasi Untuk Sekuel Baby T-Rex

Konser dua malam tersebut pun menandai konser kedua grup, dengan yang pertama diadakan di Jangchung Arena Seoul pada 2019, serta merupakan konser tatap muka pertama grup dalam hampir tiga tahun karena pandemi covid-19.

Konser kedua, awalnya, direncanakan berlangsung di Gocheok Sky Dome, tempat konser yang lebih kecil di Seoul pada 29-31 Juli. Namun, itu dibatalkan setelah anggota Mark dan Renjun dinyatakan positif covid-19.

Nasib malang itu kemudian berubah menjadi berkah, karena grup akhirnya malah mengadakan acara yang sama dalam skala yang lebih besar — yakni di Stadion Olimpiade.

“Bahkan kami tidak percaya itu, karena Stadion Olimpiade adalah tempat konser terbesar yang pernah kami gunakan,” kata Haechan.

Bagi Jeno, kabar itu datang sebagai “beban”. 

“Saya sangat khawatir apakah kita bisa mengisi kursi sepenuhnya. Tapi, kekhawatiran seperti itu hilang begitu kami menyiapkan pertunjukan, jadi kami bisa menikmatinya,” kata Jeno.

Grup yang terdiri dari Mark, Renjun, Jeno, Haechan, Jaemin, Chenle dan Jisung, memulai debut pada 2016 sebagai subunit ketiga dari NCT dengan lagu Chewing Gum dan telah merilis lagu-lagu hit seperti Glitch Mode, Beatbox, Hot Sauce, Hello Future, dan We Go Up.

Unit itu awalnya terdiri dari anggota di bawah usia 20 tahun, tetapi ketujuh anggota itu sekarang sudah dewasa dan terus bertumbuh.

Album penuh kedua mereka, Glitch Mode, dan versi repackage-nya, Beatbox, telah terjual kumulatif 3,61 juta kopi tahun ini.

“Saya pikir kami adalah grup yang seperti ikon pertumbuhan,” kata Mark dengan percaya diri tentang citra diri band tersebut. “Sekarang, saat NCT Dream tumbuh paling pesat sejak debutnya, itu adalah momen paling cemerlang dalam kariernya.”

Grup ini mengungkapkan harapan untuk bertemu lebih banyak penggemar di luar negeri di tahun-tahun mendatang.

“Karena semua kesulitan yang ada di masa lalu telah hilang saat kami bertujuh merilis album full-length dan mengadakan konser, saya pikir kami akan memiliki lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama penggemar kami di masa depan,” ucap Haechan.

“Karena situasi covid-19 menjadi lebih baik sedikit demi sedikit, saya harap kami dapat sering bepergian untuk bertemu penggemar kami di luar negeri,” imbuhnya. (Ant/OL-1)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here