Home All

BKKBN Apresiasi Pemkab Sumenep dalam Tangani dan Cegah Stunting

14
0

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Program Gerakan Eliminasi Tuntaskan TBC dan Stunting (GETTS) merupakan langkah baru yang dilakukan kabupaten/kota, karena program itu tidak hanya menangani satu kasus saja namun untuk kasus kesehatan lainnya.

Kepala BKKBN Dr. (HC) Hasto Wardoyo, SpOG (K) saat mengunjungi Kabupaten Sumenep, Selasa (13/9), mengatakan program GETTS merupakan pencegahan luar biasa oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep yang menyentuh masalah dibalik stunting.

Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan program GETTS tidak sekedar melakukan pencegahan stunting semata, namun juga disandingkan dengan penanganan TBC, karena dengan eliminasi TBC bisa berdampak terhadap penurunan kasus stunting.

“Ini adalah program inovatif, karena selain pencegahan stunting juga menyentuh penanganan TBC. Jadi apa yang dilakukan Bupati luar biasa, karena penanganan TBC juga tersentuh pelayanannya,” ujar Hasto dalam keterangan pers, Rabu (14/9).

Baca juga: Pemkab Purbalingga Susun Strategi Turunkan Stunting

Pelaksanaan program GETTS, lanjutnya, tidak hanya melibatkan tenaga medis di jajaran Dinas Kesehatan saja, melainkan juga mengajak seluruh elemen baik masyarakat maupun instansi vertikal.

“Pelaksanaan program GETTS sama dengan program covid-19, yakni melibatkan elemen masyarakat termasuk jajaran Polri dan TNI mulai tingkat kabupaten hingga desa di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Kepala BKKBN  mengunjungi Kabupaten Sumenep terkait program pencegahan dan penurunan stunting melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi menjelaskan, pihaknya melibatkan semua elemen seperti organisasi perempuan, TNI, Polri dan pemerintah desa, supaya program itu berjalan lancar dan sukses guna mencegah dan menurunkan kasus stunting dan TBC. 

“Kami bergotong royong menyelesaikan kasus stunting dan TBC berkolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganannya lebih cepat,” jelas Bupati. 

Pihaknya menciptakan program berdasarkan pengalaman dalam penanganan pandemi COVID-19, yang melibatkan semua unsur di Kabupaten Sumenep mampu mengendalikan penyebaran dan pengendalian covid-19. (RO/OL-09) 

“Yang jelas, saat pandemi covid-19, kami saling membantu dan melakukan kolaborasi, sehingga gotong royong itu perlu diterapkan dalam program GETTS,” ungkap Bupati.

Sebagai informasi, saat kasus stunting di Kabupaten Sumenep mencapai sekitar 29 persen dari 60 ribu balita dan angka ini diupayakan menurun hingga 2024 mendatang. (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here