Home All

AS Ajak Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiongkok

15
0

AMERIKA Serikat (AS) tengah mempertimbangkan sanksi terhadap Tiongkok. Rencana Washington itu guna mencegah Beijing menyerang Taiwan.

Washington juga meminta Uni Eropa merancang sanksi untuk Tiongkok supaya tekanannya lebih besar. Sumber di Gedung Putih mengungkapkan Washington mempersiapkannya karena melihat ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat.

Sanksi yang dirancang AS akan menyempurnakan ide negara-negara Barat yang lebih memilih pembatasan perdagangan dan investasi Tiongkok. “Potensi pengenaan sanksi terhadap Tiongkok jauh lebih kompleks daripada sanksi terhadap Rusia, mengingat keterlibatan AS dan sekutunya yang luas dengan ekonomi Tiongkok,” kata Mantan Pejabat Senior Departemen Perdagangan AS, Nazak Nikakhtar.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya. Beijing telah menembakkan rudal ke pulau itu dan kapal perangnya melintasi perbatasan laut Taiwan sebagai protes atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping telah berjanji akan menarik masuk Taiwan ke dalam kendali Beijing. Namun Xi harus mengamankan masa jabatan kepemimpinan lima tahun ketiga di kongres Partai Komunis bulan depan.

Pemerintah Taiwan menolak keras klaim kedaulatan versi Tiongkok. Sekutu Taiwan, AS pun berupaya mencegah aneksasi Taipei oleh Beijing lewat sejumlah rancangan sanksi.

Pembahasan rancangan sanksi AS untuk Tiongkok telah dimulai setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu. Tapi intensitas pembahasannya meningkag usai provokasi Tiongkok terhadap Taiwan meningkat.

“Gambaran besar, pembicaraan sanksi awal kemungkinan akan berkisar pada membatasi akses Tiongkok ke teknologi tertentu yang diperlukan untuk mempertahankan operasi militer melawan Taiwan,” kata peneliti Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton.

Berbeda dengan AS, pemberian sanksi oleh Uni Eropa harus disetujui oleh 27 negara anggota. Terlebih seluruh negara-negara Eropa, kecuali Vatikan, memiliki hubungan diplomatik formal dengan Beijing. (Aljazeera/OL-8)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here